Cara Mengetahui Apa Benar Dia adalah Cinta Sejati Kamu

Cinta sejati adalah makna yang terdalam dari cinta yang sempurna. Tapi untuk menemukan cinta sejati itu tidak mudah loh. Apakah dalam hubungan kamu dengan doi terdapat Tanda-tanda cinta sejati. Cinta sejati tidak dirasakan dalam sekejap atau dalam pandangan pertama.

Cinta sejati memang tidak datang dengan mencari pasangan yang sempurna, tapi bukan berarti kita tidak perlu hati-hati dalam memilih pasangan tersebut. Simak beberapa hal ini yang nyatanya bisa membantu kamu mengetahui apakah ia adalah pasangan yang tepat untuk melangkah ke jenjang pernikahan dan ia benar-benar cinta sejati kamu :

tujuan yang sama cinta sejati

Memiliki tujuan yang sama

Rita adalah seorang desainer yang sudah menikah sejak tahun 2009. Ia dan suaminya sama-sama menginginkan kehidupan yang sederhana dan stabil. “Kita ingin kehidupan yang seimbang antara karir dan keluarga,” ungkapnya. Sejak itu, keduanya bisa mengembangkan mimpi-mimpi yang lebih besar bersama dan hal tersebut menambah keseruan dalam kehidupan pernikahan mereka.

“Kami berencana untuk memiliki rumah di kota dan farmhouse di pinggir kota,” jelasnya berbinar-binar. Berhubung ia dan suami sepakat tentang hal ini, mudah bagi mereka untuk merencanakan kehidupan dan keuangan bersama.

Baca juga :  Inilah Beberapa Tipe Calon Mertua, Kamu Dapet yang Mana?

Pasangan menikah yang tidak memiliki tujuan atau target akan mendapati diri mereka sering berdebat dan tidak sepaham dalam berbagai hal. Tujuan jangka panjang memberikan alasan bagi kamu dan pasangan untuk bisa terus melangkah maju, meskipun sesekali ada perbedaan pendapat.

Namun, perlu disadari pula bahwa tak semua pasangan bisa sepaham sepenuhnya. “Kita punya visi yang sama, sudut pandang yang sama, tapi itu hanya mostly dan tidak 100%, karena tidak ada yang namanya perfection,” ujar Rita.

saling terbuka cinta sejati

Saling terbuka satu sama lain

“Soulmate itu ya ketika kita bisa bicara apa saja yang ada di hati dan pikiran tanpa merasa takut, secara batin kita tenang,” ujar Sandra, seorang ibu rumah tangga.

Sebuah hubungan yang dibangun dengan komunikasi jujur akan menjadi lebih kuat. Keterbukaan akan membuat pasangan merasa nyaman terhadap dirinya dan hubungan yang dijalani.

Terbuka mengenai topik-topik sensitif seperti keuangan, penghasilan dan gaya hidup juga penting. “Saat pacaran memang beda-beda yah kalau keterbukaan masalah keuangan. Aku bisa lihat dia tidak pelit, tapi juga tidak boros, dan juga bagaimana ia memberikan uang kepada keluarganya sebagai bentuk tanggung jawabnya,” kata Sandra tentang suaminya.

Baca juga :  Inilah Tanda-Tanda Calon Suami dan Ayah yang Baik

“Dia terbuka untuk hal-hal yang membutuhkan pengeluaran besar, ia pun minta pertimbangan aku meski akan menggunakan uangnya sendiri,” jelas wanita yang sudah menikah lebih dari 10 tahun ini.

Pasangan mana pun pasti akan menghadapi beberapa masalah, misalnya yang berhubungan dengan selera dan kebiasaan. Sebagai contoh, Kamu dan pasangan mungkin menginginkan tipe rumah dan mobil yang berbeda, dan terbiasa menggunakan cara pembayaran tertentu – secara tunai atau cicilan.

Sandra berpendapat, “Kalau komunikasi lancar dan keduanya memiliki keinginan untuk mendengar baik-buruknya dari masing-masing pihak sambil menekan ego, tidak akan menjadi masalah, kan?”

Share via :