Ramalan dan Primbon Jodoh Menurut Islam

Primbon Jodoh Islami

Primbon Jodoh Islam – Pastinya diantara kita banyak yang penasaran dengan keberadaan jodoh kita? Kalau ada sebuah alat yang bisa menunjukkan siapa jodoh kita, mestilah hal itu akan banyak dicari orang. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak manusia, terutama para jomblo, yang mencari-cari ramalan jodoh demi memenuhi rasa penasaran dimana jodoh mereka berada.

Berikut ini kami paparkan beberapa ramalan jodoh dari berbagai versi dan sudut pandang. Lalu bagaimana hukum ramalan jodoh menurut Islam.

Prinsip ramalan jodoh merupakan hal ghaib dan memang berada jauh diluar jangkauan nalar. Banyak orang yang tidak mempercayai tentang ramalan jodoh. Namun tak sedikit juga orang yang mempercayai primbon jodoh. Banyak sekali macam-macam ramalan jodoh, apa saja? Cekidot.

1. Ramalan Jodoh Menurut Feng Shui

Feng shui adalah ilmu topografi kuno dari Cina yang mempercayai bagaimana manusia dan surga (astronomi), serta bumi (geografi) dapat hidup dalam harmoni untuk membantu memperbaiki kehidupan dengan menerima Qi positif. Qi terdapat di alam sebagai energi yang tidak terlihat. Qi dialirkan oleh angin dan berhenti ketika bertemu dengan air.

Qi baik, disebut juga dengan istilah napas kosmik naga. Jenis Qi ini dipercaya sebagai pembawa rejeki dan nasib baik. Namun, ada pula Qi buruk yang disebut Sha Qi, yang dipercaya sebagai pembawa nasib buruk.

2. Ramalan Jodoh Menurut Tanggal Lahir

Tanggal lahir selain bisa dianalisa melalui berbagai aliran kepercayaan mulai dari zodiak, primbon, feng shui, dan lainnya. Karakter Anda dijelaskan sedemikian rupa dalam kitab-kitab tersebut sesuai dengan tanggal lahir.

Baca juga :  Mari Cek Ramalan Jodoh Menurut Zodiak Kalian dan Pasangan

3. Ramalan Jodoh Menurut Zodiak

Zodiak secara bahasa berasal dari bahasa Yunani, Zoodiacos Cyclos, yang artinya Lingkaran Hewan. Secara istilah pengertian zodiak adalah sebuah sabuk khayal di langit dengan lebar 18° yang berpusat pada lingkaran ekliptika, tetapi istilah ini dapat pula merujuk pada rasi-rasi bintang yang dilewati oleh sabuk tersebut, yang sekarang berjumlah 13. Dipercaya awal mula konsep ini berasal dari peradaban Lembah Sungai Eufrat kemungkinan hanya dengan 6 rasi: Capricornus, Pisces, Taurus, Cancer, Virgo, dan Scorpio, yang kemudian dipecah menjadi 12 karena penampakan tahunan 12 kali Bulan purnama pada bagian-bagian berurutan dari sabuk tersebut.

4. Ramalan Jodoh Menurut Dukun

Nah, kalau dukun atau sering disebut paranormal seringkali dianggapnya serba bisa oleh masyarakat awam, sehingga dalam urusan jodoh pun dukun kerap dijadiin konsultan.  Walaupun sudah banyak fakta yang menunjukkan bahwa masyarakat yang datang ke dukun lebih banyak menjadi korban. Entah korban pelecehan seksual dukuncabul, korban penipuan, dan lain sebagainya. Prinsipnya sama, dukun hanya menerka-nerka perkara ghaib dan tidak punya landasan akan kebenarannya. Ilmu atau aliran kepercayaaannya pun berbeda-beda. Ada dukun ahli primbon, Zodiak, Feng Shui dan lain sebagainya.

5. Ramalan Jodoh Berdasarkan Nama

Demikian juga dengan nama, analisa ramalan jodoh dengan nama bisa menggunakan berbagai aliran kepecayaan sebagaimana penjelasan di atas. Untuk mengetahui ramalan jodoh berdasarkan nama biasanya dilakukan dengan cara menggunakan alat yang udah terpasang di webste online. Selain itu, berbagai aliran kepercayaan nenek moyang, banyak yang memberikan ramalan jodoh dengan menganalisa dari huruf pertama nama atau akhiran nama.

Baca juga :  8 Tips Menunggu dan Menjemput Hadirnya Jodoh

6. Ramalan Jodoh Menurut Primbon

Primbon adalah semacam perhitungan atau ramalan bagi Suku Jawa. Primbon biasanya membicarakan tentang watak manusia dan hewan berdasarkan ciri fisik, perhitungan mengenai tempat tinggal, baik-buruknya waktu kegiatan seperti upacara perkawinan, pindah rumah, acara adat, dan lainnya. Selain itu, dalam primbon tidak terbatas menentukan ramalan yang berkaitan dengan nasib atau jodoh. Pendek kata, primbon dapat menjawab segala sesuatu tentang kehidupan manusia.

Primbon berasal dari kata dalam Bahasa Jawa, yaitu bon ( mbon atau mpon) yang berarti induk, lalu kata tersebut mendapat awalan pri atau peri yang berfungsi meluaskan kata dasar.

Jadi, primbon dapat diartikan sebagai induk dari kumpilan-kumpulan catatan pemikiran orang jawa. Catatan-catatan yang memuat pengetahuan penting itu lalu di kumpulkan mejadi sebuah buku primbon yang menjadi sumber rujukan orang-orang dari Suku Jawa sejak zaman dahulu. Primbon biasanya digunakan untuk panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Halaman selanjutnya >>>

Share via :