Perlengkapan Darurat Menghadapi Bencana Ala Orang Jepang

Perlengkapan Darurat Menghadapi Bencana

Perlengkapan darurat menghadapi bencana


Perlengkapan Darurat Menghadapi Bencana – Bencana bisa datang kapan saja, tanpa memberikan tanda sebelumnya, seperti yang terjadi di Palu dan Donggala. Dalam menghadapi bencana seperti ini diharuskan untuk tetap siap siaga, apalagi bencana yang jelas sudah terjadi, dan kemungkinan masih akan terjadi lagi. Di Jepang ada sebuah informasi mengenai mempersiapkan perlengkapan darurat dalam menghadapi bencana banjir bandang, tapi alat-alat ini bisa di dapat dengan mudah dan murah di toko serba 100 Yen. Perlengkapan darurat menghadapi bencana itu antara lain sebagai berikut:

Isi perlengkapan darurat menghadapi bencana ini meliputi semua aspek, dari kebutuhan pribadi, kebersihan, kesehatan, dan makanan, karena sifatnya untuk darurat, maka perlengkapan-perlengkapan tersebut haruslah fungsional, kecil, dan dapat di bawa sekaligus.

Perlengkapan darurat menghadapi bencana

Pertama perlengkapan darurat menghadapi bencana yang dibutuhkan berupa masker, karena untuk alasan kesehatan agar tidak mudah terkena virus. Kemudian ada sandal, walau terbilang agak nyeleneh, tapi namanya alas kaki itu dibutuhkan, agar kaki aman dari hal-hal tidak di inginkan. Kemudian sarung tangan, ini bisa digunakan saat keluar dari rumah dan harus memgang banyak benda paska bencana, yang kemungkinan besar benda-benda tersebut kotor, apalagi bencana banjir bandang seperti ini, lumpur dimana-mana.

Perlengkapan darurat menghadapi bencana

Kemudian ada toilet portable sekali pakai, karena namanya bencana hingga sampai merusak rumah dan fasilitas lainnya, pasti mengakibatkan tidak adanya aliran air bersih dan ketersediaan kamar mandi, dengan menggunakan toilet portable sekali pakai akan sangat efektif.

Perlengkapan darurat menghadapi bencana selanjutnya  Untuk keadaan mendadak seperti memperban luka, di butuhkan perban atau plester luka, kemudian juga handuk segitiga, fungsi handuk ini bisa digunakan sebagai masker, pengikat rambut, atau jika memang di butuhkan, bisa digunakan untuk membungkus luka.

Selanjutnya ada kantong plastik dan plastik wrap, perlengkapan ini terlihat kurang begitu masuk akal dalam perlengkapan darurat untuk bencana, tapi harap di ingat, jika bencananya seperti banjir, maka kadang harus menyelamatkan beberapa barang yang tidak boleh terkena air, maka langkah penyelamatan pertama menggunakan dua perlengkapan tersebut.

Ini kebutuhan yang sangat perlu dijaman sekarang, yaitu powerbank, kabel USB, karena jaman sekarang, smartphone itu seperti layaknya alat yang harus dibawa kemanapun, apalagi di saat darurat seperti itu, banyak yang memilih menggunakan handphone untuk alat komunikasi, dengan berharap masih mendapat jaringan komunikasi, sama jangan lupa dengan lampu senter berikut baterainya, ini sangat penting untuk penerangan di malam hari, mengandalkan lampu flash handphone tak akan bertahan lama.

Perlengkapan darurat menghadapi bencana selanjutnya  Jika lampu senter yang menggunakan baterai sudah mati, lampu senter dengan sumber tenaga manual seperti ini juga di butuhkan untuk jaga-jaga.

Baca juga :  Inilah 10 Benda yang Selalu dan Wajib Ada di Dalam Tas Anak Sekolah SMA Saat Ini

Dalam keadaan menghadapi bencana, di haruskan untuk tetap menjaga kebersihan tubuh, untuk menjaga kebersihan tubuh yang di lakukan biasanya dengan mandi, tapi namanya bencana, aliran air pasti juga mengalami gangguan, maka jalan satu-satunya menggunakan tisu basah dan tisu basah khusus wajah.

Kemudian handuk, ini dibutuhkan saat memungkinkan mendapat tempat sumber air yang memadahi untuk mandi, dengan membawa handuk berukuran sedang untuk setelah mandi, atau handuk panjang setelah mencuci tangan, juga jenagan lupa dengan handuk yang di kompres hingga ukurannya mengecil, sangat berguna saat dibutuhkan untuk mengelap keringat.

Kebutuhan untuk sekedar istirahat atau tidur juga di butuhkan, seperti halnya matras lipat, dan bantal angin, yang bentuknya sangat kecil sehingga mudah dibawa kemana-mana.

Perlengkapan darurat menghadapi bencana selanjutnya Perbekalan berupa makana dan minuman juga di butuhkan, terutama makanan-makanan kering seperti biscuit, mie instant, coklat bar, permen coklat dan pastinya air mineral. Dan jangan lupa untuk menyediakan permen karet bergula tinggi untuk tetap memberikan energi ke tubuh.

Ini antara penting tidak penting, namanya orang Jepang, sehari-hari mengkonsumsi teh hijau, maka disini di perlukan juga membawa the hijau, uniknya teh hijau ini kantongnya berbentuk silinder panjang, jadi sangat dimungkinkan menyeduh teh hijau ini ke dalam botol, tinggal masukkan kantongnya, kemudian jepit dengan tutup botol. Untuk keperluan minum pasti juga di butuhkan gelas dan botol, maka gelas dan botol yang bisa di panjang pendekkan seperti itu sangat dibutuhkan, dan tidak memakan tempat.

Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan mulut, sikat gigi juga di butuhkan, tidak lupa juga mempersiapkan mantel hujan dari plastik karena siapa tahu terjadi hujan, dan selimut aluminum untuk berjaga-jaga mengalami kedinginan berat.

Tak ketinggalan pula dengan membawa pisau, serta korek api, dan lilin, buat berjaga-jaga siapa tahu butuh penerangan, korek api selain untuk menyalakan lilin, juga bisa untuk menyalakan api saat hendak memasak.

Semua kebutuhan di atas, selanjutnya dimasukkan ke dalam satu tas jinjing seharga 300 Yen, dan siap dibawa saat keadaan darurat, segala perlengkapan siap digunakan kapan saja.

Baca juga :  Dicari, Lebih Banyak Ibu Muda Untuk Kembali Bekerja

Memang seharusnya sejak awal kita harus menyiapkan diri dalam menghadapi bencana, terutama menyiapkan perlengkapan untuk kebutuhan darurat yang disimpan ke dalam satu tempat khusus, agar saat di butuhkan nanti tinggal di bawa.

Share via :