Ternyata Jatuh Cinta Bisa Membuat Stres, Ini Penjelasannya

Ternyata Jatuh Cinta Bisa Membuat Stres

Jatuh Cinta Bisa Membuat Stres

Jatuh Cinta Bisa Membuat Stres – Jatuh cinta berjuta indahnya, berjuta rasanya. Ah, masak? Tidak juga kok. Saat kalian jatuh cinta, banyak reaksi yang akan terjadi pada tubuh manusia. Walaupun tidak jarang dianggap sebagai sebuah luapan emosi yang positif, ternyata tidak selamanya jatuh cinta menghadirkan kebahagiaan, lho.

Dilansir bcrita.com dari National Geographic Indonesia, banyak penelitian dan riset yang menjelaskan apa yang terjadi pada tubuh dan otak manusia ketika jatuh cinta. Ternyata, ketika manusia mengalami jatuh cinta di tahap awal memiliki kadar kortisol meningkat. Kortisol adalah sebuah hormon yang terkait dengan stres. Baik laki-laki ataupun perempuan terdapat hormon kortisol dalam tubuhnya. Sehingga orang yang jatuh cinta bisa membuat stres.

Peningkatan hotmon kortisol umumnya cuma terjadi pada tahap awal manusia jatuh cinta. Dikarenakan, seseorang bisa jadi masih bertanya-tanya apakah orang yang disayanginya merasakan hal yang sama.

Baca juga :  4 Hal Yang Tidak Menyenangkan Saat Jatuh Cinta

Selain itu, kecemasan untuk mengungkapkan isi hati dan kemungkinan untuk ditolak juga menjadi penyebab stres. Tetapi, kadar kortisol ini biasanya akan normal kembali setelah 1 sampai 2 tahun sejak pertama kali jatuh cinta.

Share via :