Kepanikan : Penyebab dan Cara Mengatasinya

jangan panik


“Ahhhhh!!!!! Apa yang harus gue lakukan …….”

Kata-kata diatas sering banget gue ucapin pas gue lagi panik. Malah setelah dipikir-pikir sering banget gue mengalami kepanikan. Contoh nya pas ditinggalin kamu *ngelirik foto mantan*. Ehhh, jadi pengen ngeshare disini tentang kepanikan dan bagaimana sih cara mengatasinya. Semoga dapat membantu kalian juga ya.

Panik apasih?. Kalo kalian belum tau, Panik adalah suatu kondisi kecemasan yang sangat berat yang disertai dorongan untuk lari atau bersembunyi sewaktu menghadapi suatu kondisi yang dirasakan berbahaya atau mengancam. Rasa takut yang muncul tiba-tiba ini dapat menghilangkan kemampuan berpikir dan memengaruhi kelompok atau individu manusia atau hewan yang awalnya cenderung untuk menyebabkan sikap diam tak bisa berbuat apa-apa.

Panik umumnya timbul pada kondisi bencana, atau kekerasan seperti perampokan dan penjarahan yang dapat membahayakan kesehatan atau jiwa. Kata ini berasal dari nama dewa mitologi Yunani Pan yang memiliki kemampuan menimbulkan ketakutan untuk sendiri atau berada di daerah terbuka.

Panik sebenarnya adalah kondisi alami pada setiap orang. Panik dalam kadar ringan yang datang hanya sesekali, adalah hal biasa. Tapi, jika cemas atau panik datang berulang dalam kadar tinggi, sehingga aktivitas kerja kalian terganggu, sebaiknya kalian waspada. Pasalnya, ada kemungkinan, panik kalian sudah menjadi gangguan klinis. Tiga dari empat penderita gangguan panik adalah wanita. Wanita karier seringkali mengalami panik. Gangguan panik yang parah bisa berujung pada agoraphobia (fobia berada di tengah banyak orang). Penderita agoraphobia sering takut tanpa alasan jelas, bila dirinya berada di tempat terbuka atau harus keluar dari rumah.

Baca juga :  Bruno Mars - When I Was Your Man

Penyebab kepanikan :

Seseorang mengalami kepanikan karena dirinya mempersepsikan sesuatu secara berlebihan. Persepsi berlebihan itu bisa muncul akibat trauma kegagalan di masa lalu. Kepribadian seseorang juga turut menentukan muncul atau tidaknya rasa panik. Mereka yang senang berimajinasi berlebihan, berkepribadian perfeksionis atau berpendirian kaku, biasanya lebih rentan terserang panik. Demikian pula mereka yang selalu ingin memegang kontrol terhadap segala sesuatu.

Selain itu, faktor-faktor fisik seperti genetis dan kesehatan fisik ikut berperan. Mereka yang punya riwayat depresi atau panic disorder dalam keluarga memiliki kemungkinan lebih besar mengalami serangan panik. Pada mereka ini, serangan panik bisa muncul tiba-tiba, sekalipun ketika kondisi fisik baru sedikit menurun.

Cara mengatasinya :

Jika kalian menderita gangguan kecemasan, serangan panik mungkin merupakan bagian dari kehidupan kalian. Dan ternyata banyak pasien yang menderita penyakit serangan panik. Meskipun memprediksi kapan serangan panik akan terjadi sedikit rumit, kalian dapat mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan serangan-serangan panik ini dalam rangka untuk mengambil kembali kendali hidup kalian. Nah, gimana sih cara menghadapi kepanikan ??. Gini nih cara nya… cekidott.

1. Rileks
Cobalah untuk rileks terlebih dahulu, jangan berpikir untuk bertindak tapi tenangkanlah pikiran dulu. Karena kalau kalian berfikir untuk bertindak, sebenarnya bukan berfikir dengan akal sehat. Disini otak motorik yang lebih dahulu jalan.

2. Kendalikan Pernapasan
Lalu langkah berikutnya untuk mengambil kembali kendali tersebut adalah belajar untuk bernapas. Ketika seseorang memiliki serangan panik, sering mereka merasa begitu kewalahan bahwa mereka lupa untuk sekadar bernapas dengan benar. Bahkan, jika kalian pernah mengalami serangan panik di depan umum, seseorang mungkin akan mencoba untuk membuat kalian bernapas ke dalam kantong kertas. Hal ini mungkin atau mungkin menjadi metode yang bagus untuk kalian, tetapi kenyataannya adalah bahwa kalian harus tahu dan praktek latihan pernapasan kalian sebelum kalian panik. Memiliki rencana-belajar teknik bernapas menenangkan dan prakteknya setidaknya bisa kalian lakukan dua kali sehari.

Baca juga :  PDKT Lewat Sosial Media?

3. Meditasi
Praktek lain juga mungkin dapat membantu serangan panik kalian. Tentu saja, kalian mungkin merasa sulit untuk mempertimbangkan meditasi ketika kalian mengalami serangan panik, tapi dengan mempelajari prosedur ini, kalian bisa bersantai. Kalian dapat menggunakan beberapa teknik yang sama menenangkan yang membantu kalian untuk bermeditasi untuk membantu kalian menenangkan diri.

4. Kendalikan Pikiran
Jika kalian sudah merasa relax dan bisa mengendalikan pernafasan, Secara otomatis Akal sehat sdh kembali. Kalian dapat mengendalikan fikiran dan tingkah laku kalian. Bertindaklah dengan segera dengan pemikiran akal sehat kalian.


Sumber :
Pertama, dan Kedua


Link terkait :
[display-posts tag=absurd]

Baca juga yah :
[display-posts categories=cerita]

Share via :