Bahaya Besar Onani Bagi Kesehatan dan Cara Menghentikannya

cara menghentikan onani masturbasi

Pada kesempatan kali ini kita akan bahasa tentang bahaya onani dan masturbasi bagi kesehatan. Onani dan masturbasi adalah dua istilah yang berbeda tetapi maksudnya sama hanya saja tempat terjadinya berbeda. Kalau onani cenderung diistilahkan bagi laki-laki sedangkan masturbasi bagi perempuan. Onani/masturbasi adalah mengeluarkan mani dengan tangan atau semisalnya yang bukan dengan berhubungan intim. Dalam mazhab Syafi’I hukum onani jelas haram, kalaupun ada pendapat yang membolehkan itu hanya pada kondisi mencegah dari terjerumus kedalam mudharat yang lebih besar, yaitu zina. Jika pada kondisi ini, seseorang dibolehan untuk melakukan onani/masturbasi karena jika tidak maka dikhawatirkan akan terjerumus kedalam perbuatan yang lebih keji dari onani/masturbasi.

Apakah onani berbahaya bagi kesehatan ?

Sebenarnya bagi kita yang beriman sangat aneh mempertanyakan masalah ini, karena onani ini haram hukumnya. Dan perbuatan haram manakah yang tidak mempunyai mudharat ? semua hal yang telah diharamkan oleh Allah SWT pasti mengandung unsur negatif di dalamnya, walau pun kita tidak tau apa itu. Dulu orang hanya mengetahui babi itu haram, tidak jelas apa hikmah dibalik semua itu. Tetapi akhir-akhir ini orang baru terkejut dengan hasil penelitian yang menyatakan babi itu mengandung zat yang sangat bebahaya bagi tubuh manusia. Dalam masalah onani juga demikian, hanya saja agar kita lebih yakin dan mantap untuk menjauhi onani ini maka tak ada salahnya juga kita ketahui bahaya-bahaya dari onani atau masturbasi. Tapi sebelum itu anda jangan percaya terhadap orang yang mengatakan onani itu tidak berbahaya, ini karena beberapa alasan, pertama, menyalahi hukum tuhan. Kedua, bertentangan dengan hasil kajian ilmiyah dan ilmu kesehatan. ketiga, propaganda orang non islam yang ingin menjerumuskan generasi islam dalam perbuatan yang menjijikkan dan diharamkan tuhan.

Baca juga :  Inilah 5 Manfaat bagi Tubuh Jika Menjadi Vegetarian

cara menghentikan onani masturbasi

Bahaya onani bagi kesehatan

Masturbasi yang terlalu sering bisa memicu aktivitas berlebih pada saraf parasimpatik. Dampaknya adalah produksi hormon-hormon dan senyawa kimia seks meningkat teramasuk asetilkolin, dopamin dan serotonin. Ketidakseimbangan kimiawi yang terjadi akibat hobi masturbasi yang terlalu sering bisa memicu berbagai macam gangguan kesehatan antara lain sebagai berikut:

1. Rambut rontok dan Kebotakan

Dampak lain dari ketidakseimbangan hormon yang terjadi jika terlalu sering masturbasi adalah kerontokan rambut. Jika tidak diatasi, lama-kelamaan akan memicu kebotakan atau penipisan rambut pada pria.

Sangatlah jelas bahwa akibat negatif dari melakukan masturbasi dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah dan loyo sehingga aktifitas kerja akan terganggu dan menjadi tidak produktif lagi. Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.
Selain itu kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa menyerang penis karena gesekan yang terjadi bisa menyebabkan lecet-lecet.

Apakah efek samping onani memakai sabun?

Beberapa jenis sabun mengandung zat yang bersifat menimbulkan rangsangan pada lapisan dalam kulit dan bersifat terlalu kuat untuk lapisan dalam kulit, sehingga menimbulkan semacam luka lecet, iritasi dan luka pada organ reproduksi anda.

2. Kanker Prostat.

Hal ini berdasarkan pada Penelitian dari Universitas Nottingham yang menyatakan bahwa kaum pria yang sering bermasturbasi di usia 20-30 tahun, lebih beresiko terkena kanker prostat. Para ilmuwan itu melakukan survey terhadap 800 pria, dan ditemukan bahwa 50% dari mereka menderita kanker prostat.

Baca juga :  Ngantuk Disaat Kerja ??, Ini Solusinya ...

3. Ejakulaai dini.

Seperti pernyataan pakar seks Dr Andri Wanananda MS “Hal ini disebabkan oleh kebiasaan tergesa-gesa saat masturbasi karena ingin cepat merasakan kenikmatan orgasme seorang diri (self-satisfaction). Lalu ketika ia menikah, sifat tersebut masih terpatri pada dirinya hingga mengabaikan eksistensi isterinya. Itulah yang menyebabkan banyak kasus ejakulasi dini,” tuturnya dalam sebuah konsultasi kesehatan. Terlalu sering melakukan masturbasi dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Ejakulasi berikutnya juga dapat memakan waktu yang cukup lama. Bagi pria yang melakukan masturbasi beberapa kali sebelum melakukan intim, akan cenderung sulit mencapai klimaks.

4. Rasa letih sepanjang hari.

Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.

5. Nyeri punggung dan selangkangan.

Kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan.

Share via :