Ini Alasan Wanita di Singapura Enggan Untuk Menikah

Singapura adalah negara terbesar di Asia tenggara dalam hal Belanja, wisata dan pergeseran nilai yang tak akan memudar di Singapura. Sebut saja Orchard Road hingga Resort World Sentosa yang tidak pernah redup. Gaya hidup dan pengelolaan kota dunia kosmopolitan itu terus berkembang dan bergerak maju.

Pesat dan majunya kota sekaligus negara Singapura, belum jaminan tidak adanya masalah serius. Saat ini, pemerintah Singapura pusing tujuh keliling karena para Wanita di Singapura enggan untuk menikah. Penyebab keengganan wanita Singapura berumah tangga tersebut karena tujuan hidup mereka bukan untuk itu. Perkembangan ekonomi dan pesatnya pembangunan Singapura ternyata ‘surga’ bagi wanita di sana.

Wanita di Singapura terlalu asyik dengan kenikmatan yang diraih negara itu. Akibatnya, nikah bukan lagi sebuah kebutuhan. Yang menjadi kebutuhan sekarang adalah 5 C. Itulah yang kini ada dipikiran wanita Singapura. Yakni Carrier, Cash, Condominium, Car dan Credit Card. Dan seluruh tantangan untuk mendapatkan 5C di Singapura semakin tahun semakin terbuka lebar.

Carrier. Meski pun tidak gampang, tetapi wanita Singapura kini tengah berlomba mengejar karier setinggi-tingginya. Singapura sebagai pintu masuk perdagangan, bisnis, jasa dan pariwisata di Asia memberi banyak lapangan pekerjaan.

Setelah pekerjaan diraih, biasanya dalam kurun waktu tiga tahun karier mereka sudah bisa dirasakan hasilnya. Dan harapan menumpuk pundi-pundi atau Cash (uang tunai) mulai dilakukan.

Baca juga :  Wow, Inilah Harga Paket Data Internet Di Luar Negeri

Karier yang cerah dan uang mulai berlimpah, kebutuhan tempat tinggal pun mulai dirasakan. Jika selama ini mereka masih tinggal dengan orang tua, maka sudah waktunya untuk memiliki Condominium. Dan semua orang sudah mahfum kalau harga Condominium di Singapura luar biasa mahalnya. Harga Condominium sangat mahal sekali. Hanya orang berduit saja yang bisa beli kondo di sini. Fasilitas yang ditawarkan kondo beda dibanding apartamen biasa.

Sukses dengan kepemilikan kondo, kurang pas jika tidak memiliki kendaraan pribadi. Lagi-lagi untuk memiliki mobil di Singapura, bukan pekerjaan mudah. Berbagai ketentuan diberlakukan sangat ketat. Termasuk harga jualnya yang selangit.

Cara ini sengaja diterapkan pemerintah Singapura dengan tujuan untuk menekan kemacetan di jalanan. Sampai sekarang, Singapura dengan penduduk kurang lebih 5,6 juta jiwa, jalanan utama masih cukup lengang. Ada macet, tapi tidak macet separah seperti di Jakarta.

Pertumbuhan ekonomi di Singapura cukup pesat. Meskipun harga mobil mahal, tetap saja jutawan di sini tidak berhenti beli mobil baru. Apalagi bagi wanita karier yang sudah merasa punya duit.

Setelah 4C dimiliki para wanita karier Singapura, seperti umumnya wanita karier negara berkembang, belanja menjadi kebutuhan. Gaya hidup sopaholic tidak mungkin dihindarkan. Apalagi, negara mereka surganya belanja dunia.

Di sinilah peran Credit Card sangat penting. Puluhan bahkan ratusan bank-bank besar berdiri di Singapura. Mereka berlomba memberi fasilitas lebih untuk wanita karier Singapura yang ingin memiliki Credit Card.

Baca juga :  10 Universitas Terbaik di Singapura dan Program Studi di Dalamnya

Kalau 5C itu sudah terpenuhi, perasaan untuk nikah sudah tidak ada lagi dibenak mereka. Kenapa, kalau menikah, maka gaya hidup mereka bisa hilang semua. Sebab, kehidupan tidak sebebas seperti masih lajang. Makanya di Singapura, perawan tua sangat banyak.

Gaya hidup ini secara tidak langsung ternyata berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk di Singapura. Jika dulu pemerintah membatasi jumlah anak dalam setiap keluarga, sekarang tidak lagi. Sebaliknya, tiap keluarga yang mendapatkan anak baru diberi kehidupan oleh pemerintah Singapura. Artinya, begitu anak lahir dan kemudian dilaporkan ke pemerintah maka langsung diberi uang santunan Rp 150 juta. Benar-benar Luar biasa Singapura. Gimana, berniat pindah kesana ?.

Share via :