Ramalan dan Primbon Jodoh Menurut Islam

Primbon Jodoh Islami

Primbon Jodoh Islami – Ramalan Jodoh Menurut Islam

Islam tidak mengenal ramalan, kecuali ramalan suatu keadaan di masa yang akan datang yang sudah dijelaskan di Quran dan Hadist, seperti akan terjadi hari kiamat, kejayaan Islam akan kembali di akhir zaman, dan lain sebagainya.

Keharaman tentang ramalan dianggap seperti halnya mempercayai paranormal atau dukun. Karena prinsip paranormal dan ramalan adalah sama, yaitu mengutarakan suatu kebohongan kepada masyarakat, menceritakan sesuatu yang akan terjadi di masa depan, atau menerka kecocokan jodoh seseorang hanya dilihat dari tanggal lahir atau nama, dan lain sebagainya. Landasan keharamannya dapat dilihat dari penjelasan al-Quran dan hadist sebagai berikut:

1. QS An Naml :65

Artinya: Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

2. QS Al-Araf :188

Artinya: Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”

3. QS Al-Jin :26-27

Artinya: (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya

4. QS Al Mulk :5

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

Berdasarkan uraian diatas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa jodoh itu sudah diatur dan janganlah percaya akan ramalan yang belum tentu benar bahkan dapat menyesatkan. Percayalah hanya kepada Allah swt, karena hanya Dial ah yang maha mengetahui segala-galanya.

Share via :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.