Ta’aruf Dalam Islam itu Bukan Pacaran !!!

Ta’aruf  adalah hal yang memang diperbolehkan dalam islam tidak seperti pacaran yang tidak diperbolehkan. Karena memang, ta’aruf dalam islam itu bukan pacaran. Kalau ada yang mengatakan ta’aruf itu pacaran, bisa dikatakan hal tersebut hanyalah modus pacaran berkedok syariah tetapi secara substantif bukan sebagai ta’aruf.

Ta’aruf dalam bahasa Indonesia berarti perkenalan yang sama sekali berbeda dengan arti atau makna pacaran. Ta’aruf adalah proses mengenal antara dua manusia sebelum menuju ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.

Namun dalam kenyataannya, banyak orang yang menyalahgunakan arti kata ta’aruf. Mereka menafsirkan bahwa arti dan makna ta’aruf sama dengan pacaran, padahal sebetulnya tidak.

Pacaran adalah satu hubungan antara dua orang yang menjalin cinta dan kasih sayang di mana hal ini tidak diperbolehkan dalam Islam apabila telah melanggar hal-hal yang ditetapkan syariat. Pacaran boleh saja selama hal tersebut tidak melanggar syariat Islam, misalnya saja bersentuhan antara satu anggota tubuh dengan anggota tubuh yang lain yang tidak dihalalkan.

Pacaran yang demikianlah yang tidak diperbolehkan Islam dan dalam hal ini ta’aruf bukan berarti pacaran. Atau boleh dikatakan, ta’aruf adalah pacaran yang sehat dan tidak melanggar aturan syariat Islam. Dalil diharamkannya pacaran yang tidak sesuai aturan Islam adalah sebuah ayat dalam Al-Qur’an yang artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina.”

Ayat tersebut jelas mengatakan bahwa kita dilarang bukan hanya berzina, bahkan mendekati zina saja tidak diperbolehkan. Ayat tersebut menyiratkan diharamkannya pacaran. Mengapa? Karena ketika dua orang laki-laki dan perempuan berdua, maka di antara mereka adalah setan yang siap menggoda kapan saja dan lewat apa saja.

Di saat itulah syahwat buruk (syahwat lawwamah) seseorang menguat dan cenderung akan menuju perbuatan zina. Dalam islam pacaran itu diperbolehkan ketika sudah menikah. Karena seseorang yang sudah menjadi suami istri sudah halal keduanya untuk berpacaran.

Islam memang tidak mengenal pacaran sebelum menikah, yang diperbolehkan adalah berta’aruf. Dalam hal ini, ta’aruf diartikan sebagai langkah untuk mengenal calon pasangan kita agar tidak salah dalam memilihnya. Tentu ada batasannya.

Share melalui :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*