Yuk Main Hatchimal : The Real Tamagotchi

Saat masih kecil, pasti salah satu dari kamu ada yang suka main Tamagotchi kan?. Tamagotchi membuat kita seakan-akan punya hewan peliharaan versi digital. Tamagotchi memawajibkan kita merawat, memberi makan dan juga mengajak bermain. Tamagotchi, mainan berasal dari jepang ini sangat terkenal di lingkungan kita sewaktu kecil. Zaman sekarang sudah jarang sekali kita melihat orang memainkan Tamagotchi.

Ternyata kini untuk kamu yang suka dengan Tamogotchi muncul mainan baru yang sejenis yakni Hatchimal. Kamu bisa punya peliharaan bentuknya hewan tapi bukan hewan beneran. Jadi kalo kamu beli Hatchimal, bentuknya itu telur dan bisa menetas kalau disentuh alias disayang-sayang sama pemiliknya.

mainan-hatchimal-tamaghotci

Mainan Hatchimal alias Hatching Animal (hewan menetas) ini diproduksi oleh Spin Master, perusahaan pembuat mainan asal Kanada. Nah ada beberapa jenis hatchimal yakni Penguala, Draggle, Owlicorn, Burtle atau Bearakeet.

Setelah menetas, hewan peliharaan kamu akan terus berkembang seiring bertambahnya usia. Mulai dari bayi, balita dan jadi anak-anak. Gimana cara taunya kalo dia udah naik level dari bayi ke balita?. Ternyata, nanti si Hatchimal ini bakalan nyanyi Hatchi Birthday, lucu banget kan?. Kamu juga bisa mengajak dia ngomong dan juga meyentuh si Hatchimal ini karena emang dilengkapin dengan sensor gerak. Jadi kamu bakalan ngajarin dia jalan, dan juga nari. Caranya juga gampang, cuma tepuk tangan terus dia bakalan gerak deh.

harga-hatchimal-indonesia

Nah di matanya itu ada lampu indikator yang ngegambarin perasaan si hewan peliharaan. Kalo wana ungu artinya lagi laper, kalo oranye dia udah kenyang. Kalo lampunya kuning, dia mau diajak main dan kalo lagi seneng, matanya jadi warna hijau. Berikut ini video nya :

Hatchimal sendiri dikabarkan akan mulai dijual minggu ini di Amerika Utara dan Eropa. Mainan ini kabarnya dihargai sekitar $54.99 Р$59.99 atau sekitar 800 ribu rupiah. Harganya sih lumayan, tapi mainan ini sangat unik dan cocok untuk anak-anak untuk belajar bertanggung jawab sedari dini.

Share melalui :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*