Kisah Pramugari Cantik Yang Mengorbankan Nyawa Demi Menyelamatkan 360 Penumpang

Pramugari cantik ini bernama Neerja Bhanot. Ia adalah pramugari Maskapai Pan Am, pesawat kenamaan Amerika Serikat saat itu. Neerja meninggal dunia pada tanggal 5 September 1986 malam hari, tepatnya 2 hari sebelum ulang tahunnya yang ke 23. Yang membunuhnya adalah teroris karena Neerja membantu setidaknya 360 penumpang untuk menyelamatkan diri dari pesawat Pan Am dengan nomer penerbangan 73 yang ketika itu dibajak di bandara Karachi, Pakistan.

Teroris yang diketahui berjumlah 4 orang tersebut bersenjata lengkap dengan senapan serbu, granat, bom plastic dan pistol berhasil melewati penjagaan di bandara Karachi, lalu menyerbu Pesawat Pan American dengan nomer penerbangan 73 dari Mumbai yang sedang transit di Karaci pada 5 September 1986 dini hari.

Mengancam akan membunuh semua penumpang, para pembajak ini berhasil menguasai pesawat Boeing 747-121 Jumbo Jet tersebut sesaat sebelum lepas landas ke New York via Frankrut dari bandara Karachi.

Kisah Neerja Bhonat

Pramugari senior Neerja Bhanot adalah salah satu kru di dalam pesawat tersebut, beserta dengan 380 penumpang lainnya. 360 diantaranya berhasil selamat untuk menceritakan kepada dunia mengenai keberanian dan ketenangan dirinya yang luar biasa dalam menghadapi ancaman teroris tersebut, serta pengorbanannya dalam menyelamatkan nyawa para penumpang.

Para teroris tersebut sebenarnya bisa saja langsung membunuhnya, tapi Neerja membuktikan bahwa dirinya tidak gentar dalam menghadapi ancaman para teroris.

Pan Am dengan nomer penerbangan 73 dibajak sekitar jam 5.30 pagi. Neerja langsung merespon kondisi darurat tersebut dengan cepat. Pramugari cantik itu langsung menghubungi pilot, co-pilot dan flight engineer melalui intercom menggunakan kode yang telah dipersiapkan sebelumnya apabila terjadi peristiwa pembajakan. Ini merupakan prosedur yang telah ditetapkan Pan Am supaya pilot bisa segera melarikan diri melalui lubang palka di atas kokpit untuk mencegah pesawat mengudara.

Karena apabila pilot tidak segera melarikan diri, dalam kondisi di bawah tekanan, ditakutkan pilot akan menuruti perintah para pembajak untuk membuat pesawat tinggal landas sehingga menyebabkan usaha penyelamatan sandera menjadi lebih sulit, dan resiko korban jiwa akan menjadi lebih tinggi apabila teroris berniat meledakkan diri saat pesawat sedang berada di udara.

Neerja sangat paham resiko dari prosedur tersebut, karena nasib para penumpang sekarang berada di tangan para kru kabin. “Sang kapten telah meninggalkan pesawat”, kata Neerja mengumumkan menggunakan intercom kabin.

“Sekarang sayalah kaptennya” Ujar Neerja.

Pengakuan Para Saksi Mata

pan am maskapai amerika neerja

Diantara penumpang yang selamat, ada seorang warga Amerika keturunan Asia bernama Sekhar Mitra yang menceritakan bagaimana Neerja menyelamatkan hidupnya walau tubuh pramugari tersebut sudah berlumuran darah akibat luka tembak di perutnya.

“Sebenarnya saat itu aku sudah nekat akan melompat dari pintu darurat di samping sayap, tetapi Neerja menghentikan langkah ku dan berkata bahwa pintu darurat tersebut terlalu tinggi dan bisa berbahaya jika jatuh karena tidak di desain untuk evakuasi darat. Neerja kemudian mengarahkan ku untuk evakuasi melalu pintu keluar di bagian belakang pesawat yang lebih aman karena terdapat parasut evakuasi”.

Setelah 4 teroris yang berpakaian menyerupai petugas keamanan bandara berhasil menguasai pesawat Pan Am Boeing 747-121, sudah jelas bahwa target utama mereka adalah para penumpang yang berwarga Negara Amerika. Mitra berkata bahwa sang pemimpin teroris mondar mandir keliling kursi penumpang sambil mengarahkan ujung senapannya kepada kami dan berkata, “Apakah kamu warga Negara Amerika? Apa kamu memiliki Paspor Amerika?”

Beberapa menit setelah pembajakan berlangsung, para teroris menyeret salah satu penumpang berwarga Negara Amerika dan menyuruhnya untuk berlutut dan menaruh tangannya di belakang kepala. Selanjutnya mereka menembak mati dan membuang keluar mayatnya di landasan pacu bandara sebagai peringatan agar pihak bandara segera mengirim kembali pilot supaya pesawat bisa segera lepas landas.

Setelah itu para pembajak memerintahkan Neerja untuk mengumpulkan paspor seluruh penumpang. Neerja tahu apabila ketahuan ada penumpang yang berwarga Negara Amerika, pasti para teroris tersebut tidak segan segan untuk membunuh mereka, oleh karena itu Neerja dengan inisiatifnya sendiri menyembunyikan paspor para penumpang yang berwarga Negara Amerika.

“Aku masih tidak percaya Neerja berani melakukan hal tersebut”, kata Mitra. “Jika para teroris mengetahui perbuatannya, aku yakin pasti mereka akan langsung membunuh Neerja tanpa pikir panjang”. Untuk diketahui, 42 orang penumpang yang berwarga Negara Amerika masih bisa hidup karenanya.

“Sang pramugari cantik itu selalu tersenyum sepanjang insiden pembajakan walau para teroris terus menerus menebar ancaman dan mengintimidasinya”. Mitra bercerita bahwa ketenangan dan keberanian Neerja dalam menghadapi situasi tersebut membuat para teroris merasa kesal. Para teroris pun tak jarang selalu mengarahkan senjata mereka ke arah Neerja, tetapi Neerja tidak mempedulikannya dan selalu tersenyum sambil tetap melayani penumpang, memberikan mereka sandwich dan kopi serta membisikkan kata kata yang menyejukkan hati seperti “jangan takut, kita semua akan baik baik saja”.

Sebelumnya, Neerja sempat memberikan instruksi secara rahasia yang diselipkan ke dalam sebuah majalah dan memberikannya kepada penumpang yang duduk di pintu keluar darurat. Neerja membantu penumpang untuk membuka pintu keluar darurat sesaat sebelum para teroris mulai menembak, dan seorang diri menarik tuas untuk mengembangkan parasut udara sebagai bantalan seluncur darurat.

Neerja bisa saja menyelamatkan diri terlebih dahulu keluar dari pesawat, tetapi itu tidak dilakukannya. Dia tetap tinggal dan merayap di dekat pintu darurat dan membantu para penumpang untuk keluar menyelamatkan diri. “Ayo cepat keluar”, katanya, “Ayo cepat lari”.

Bahkan saat dirinya sedang terluka parah pun, dia tetap menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.

Salah seorang pembajak melihat Neerja membantu membebaskan para penumpang, kemudian menyeretnya dan mengarahkan senjatanya ke kepala pramugari cantik tersebut sebelum kemudian menarik pelatuknya.

“Aku melihatnya di saat terakhirnya”, kata salah seorang penumpang yang selamat. “Neerja ditembak kepalanya dari jarak dekat”.

Share melalui :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*