Sate Maranggi Khas Indonesia Masuk dalam 7 Jajanan Kaki Lima Paling Populer di Dunia Tahun 2016

World Street Food Congress adalah kongres kuliner besar untuk makanan atau jajanan khas kaki lima di dunia. Tahun 2016 tepatnya bulan Mei, World Street Food Congress diadakan di Manila, Filipina. Dan tak tanggung-tanggung konggres ini dapat menghadirkan 73 ribu orang dengan 25 stand street food dari berbagai penjuru dunia.

World Street Food Congress kali ini mengambil tema “The Comforting Flavors of Home”, tidak heran street food jadi andalan di kongres ini. Pasalnya, street food merupakan makanan yang sederhana sekaligus memorable sekali bagi penikmatnya.

Di World Street Food Congress tahun ini, terpilihlah tujuh jajanan kaki lima paling populer di dunia. 7 Makanan ini dipiih karena berhasil menjual lebih dari 1000 porsi makanan per harinya. Dan Indonesia patut berbangga karena Sate Maranggi khas Purwakarta berhasil masuk ke dalam daftar tersebut.

Penasaran apa saja 7 jajanan kaki lima paling populer di dunia, simak ulasan berikut ini :

1. Asam Laksa (Malaysia)

1. Assam Laksa

Sup pedas populer ini merupakan kombinasi dari masakan Cina dan Melayu. Laksa terdiri dari bihun atau bihun beras dengan ayam, udang atau ikan, disajikan dalam sup pedas. Assam Laksa dapat ditemukan di Malaysia, Singapura, Indonesia dan Thailand Selatan.

Kuah laksa diramu dari kaldu udang dan ikan kembung dicampur berbagai bumbu di antaranya adalah tamarind atau asam. Minya adalah mi putih yang terbuat dari tepung beras. Laksa semakin segar saat disajikan dengan potongan bawang merah mentah, daun mint, dan tak ketinggalan potongan cabai.

2. Sate Maranggi (Indonesia)

Sate Maranggi

Sate Maranggi adalah sate khas Purwakarta, Jawa Barat, biasanya terbuat dari daging kambing atau daging sapi. Selain dari Purwakarta, Sate Maranggi banyak dijajakan juga di daerah sekitarnya, hingga daerah Cianjur.

Penjaja Sate Maranggi dapat ditemukan hampir di setiap sudut kota Purwakarta, dimana sebagian menjajakannya dengan cara berkeliling. Yang membedakan Sate Maranggi dengan sate lainnya adalah proses perendaman daging dalam bumbu (marination), sebelum dibuat menjadi sate dan dimasak. Karena proses pembumbuan inilah, maka Sate Maranggi disajikan tanpa saus pendamping.

Adapun bumbu rendamnya sendiri terbuat dari paduan kecap manis dan beberapa jenis rempah, seperti jahe, ketumbar, lengkuas, kunyit, plus sedikit cuka untuk memberikan sedikit rasa masam, bisa dipakai cuka lahang (cuka yang terbuat dari aren), maupun cuka jenis lainnya. Saat disajikan, Sate Maranggi biasanya disajikan dengan irisan bawang merah dan tomat segar untuk menciptakan paduan rasa yang berimbang antara rasa daging yang gurih, tomat yang masam, dan bawang yang pedas.

3. Hoy Tord (Thailand)

Hoy Tord

Campuran dua jenis tepung dan air untuk membuat adonan, goreng lembut dengan telur dan atasnya dengan seafood – tiram, udang atau cumi-cumi – bersama dengan ketumbar, tauge, daun bawang, merica dan sedikit kecap ikan . Renyah di luar, lembut di dalam.

Hoy Tod sebenarnya berasal dari Tiongkok, namun dibawa oleh para imigran Tiongkok ke Thailand sejak berabad-abad lalu. Makanan kaki lima khas Thailand ini hampir mirip dengan telur dadar, hanya saja bedanya, Hoy Tod diisi dengan tiram lokal.

Menu ini bisa dijadikan camilan karena rasanya lembut sehingga cocok untuk mengganjal perut. Travelers, kalau kamu tertarik, pastikan sang penjual untuk tidak menambahkan MSG atau vetsin ya karena penambahan perasa ini sudah biasa disana.

4. Hyderabadi Biryani (India)

Hyderabadi Biryani

Kata ” biryani ” mungkin berasal dari Persia, tapi India telah menjadi juara paling terkenal dari hidangan nasi ini populer dibumbui dengan daging atau sayuran. Di antara banyak versi, hidangan dari Hyderabad dibuat dengan campuran beras basmati, ayam, yoghurt, lemon, rempah-rempah masala, daun ketumbar dan bawang goreng.

Biryani dibuat dari beras yang sudah direbus di panci terpisah. Setelah beras setengah matang, beras dicampur dengan bahan-bahan lain, ditutup rapat di dalam panci, dan dimasak hingga matang. Biryani berbeda dengan pullao (pilaf) dalam cara memasak. Sewaktu membuat pullao, beras digoreng bersama rempah-rempah di dalam minyak samin, dan langsung dimasak hingga matang.

Nasi biryani nonvegetarian dari Hyderabad dikenal di seluruh India. Daging yang dipakai adalah daging kambing atau daging ayam. Potongan kentang dimasak bersama daging.

Berdasarkan cara memasak, biryani dibagi menjadi dua jenis pakki biryani dan kacchi biryani. Daging untuk pakki biryani dimasak terpisah hingga matang sebelum dimasak dengan beras di dalam panci tertutup. Daging untuk kacchi biryani (kacchi berarti mentah) hanya direndam di dalam campuran yogurt dan rempah-rempah sebelum diletakkan di dasar panci dan dimasak bersama nasi yang sudah direbus hingga setengah matang.

Share melalui :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*