Kalian Pilih Mati Atau Makan Daging Manusia Untuk Bertahan Hidup?

Film In “the Heart of the Sea” mungkin sudah tidak asing lagi, ya film tentang para pemburu paus di laut lepas. Film ini dirilis tahun 2015 silam. Film ini mempunyai Alur cerita yang sebenarnya tidak begitu kompleks. Sebagian besar film ini menceritakan tentang petualangan para pemburu paus yang berhadapan dengan badai, cuaca ekstrem, minimnya persediaan makanan, hingga berhadapan dengan paus raksasa.

Karena pada tahun 1800an, minyak paus adalah barang penting yang digunakan untuk menerangi kota dan berbagai kebutuhan lainnya. Untuk mendapatkan minyak paus, para pemburu harus berlayar berbulan-bulan bahkan beberapa tahun untuk mendapatkan minyak ikan yang cukup banyak.

in_the_heart_of_the_sea_movie-HD

Suatu hari, kapten kapal berlabuh untuk mengisi persediaan makanan. Saat itu sang kapten mendapat informasi tempat paus dengan resiko berhadapan dengan raksasa lautan yang mampu menghancurkan kapal pemburu paus. Namun karena ketamakannya, kapten Pollard memutuskan untuk menempuh perjalanan sejauh 4800 KM.

Sesampainya di lokasi, kapten dan seluruh awak kapal bersemangat dengan pemandangan yang ada. Paus-paus bergantian menunjukkan dirinya di permukaan. Di saat itu pula seekor paus raksasa menabrak kapal mereka hingga karam. Para awak yang selamat terapung-apung di sekoci selama 90 hari lebih. Mereka dilanda kelaparan, dehidrasi, dan keputus-asaan. Sampai pada suatu keadaan yang memaksa mereka memakan daging kawan mereka yang meninggal.

untuk kalian yang penasaran kaya apa,, ini video nya :

Sekilas Tentang Kanibalisme

Kanibalisme merupakan sebuah fenomena di mana satu makhluk hidup makan makhluk sejenis lainnya. Misalkan anjing yang memakan anjing atau manusia yang memakan manusia. Kadang-kadang fenomena ini disebut anthropophagus (Bahasa Yunani anthrôpos, “manusia” dan phagein, “makan”). Secara etimologis kata “kanibal” merupakan kata pungutan dari Bahasa Belanda yang pada gilirannya memungut dari Bahasa Spanyol; “canibal” yang berarti orang dari Karibia. Di daerah ini oleh penjelajah ditemukan fenomena ini.

Jika melihat keterangan di atas, fenomena kanibalisme ini pertama kali ditemukan di Karibia. Karibia sendiri merupakan kumpulan kepulauan yang terletak di Amerika Tengah. Di sini banyak negara-negara yang punya cerita horor seperti Trinidad dan Tobago. Segitiga Bermuda yang misterius pun terletak di sekitar kepulauan ini.

Dan fenomena ini sendiri dibagi menjadi dua, kanibalisme murni dan kanibalisme darurat. Adapun kanibalisme murni merupakan budaya turun temurun yang dijaga oleh suatu kelompok masyarakat untuk mengonsumsi daging manusia lainnya. Alasannya bisa karena tradisi ataupun hal-hal yang berkaitan dengan dunia mistis.

Sedangkan kanibalisme darurat merupakan fenomena yang banyak terjadi pada orang atau sekelompok orang dengan tujuan untuk mempertahankan hidup mereka. Biasanya mereka yang menjalankan praktek ini merupakan korban bencana maupun korban kecelakaan di mana mereka tidak menemukan makanan lain selain daging manusia.

Kanibalisme Darurat dan Dampaknya

1336975

Menyaksikan aksi kanibalisme darurat pasti membuat bergidik. Meski tidak ditampilkan adegan saat mereka menyantap daging awak kapal yang meninggal, hal itu tetap dapat tervisualisasikan dengan jelas di benak kita.

Awalnya mereka menitikkan airmata karena terpaksa memakan daging manusia yang tidak lain adalah kawan mereka. Tetapi, lama kelamaan mereka mulai terbiasa. Bahkan saat stok ‘makanan’ telah habis, mereka melakukan undian untuk menentukan siapa orang berikutnya yang bakal disantap oleh mereka. Di sini ada adegan dramatis saat sang kapten mendapat giliran untuk bunuh diri, tetapi akhirnya ada anak buah kapal yang menghabisi dirinya sendiri karena dia tidak rela sang kapten mati.

Di film lainnya, bahkan lebih sadis. Mereka yang selamat membunuh orang-orang yang paling lemah di antara mereka untuk disantap. Keinginan untuk mempertahankan hidup membuat mereka rela membunuh kawannya.

Setelah berhasil selamat, dampak kanibalisme darurat ini membekas dalam diri pelakunya. Hal ini terlihat dari cerita yang dibawakan oleh aktor dalam film In the Heart of the Sea. Si aktor ini begitu terbebani karena perbuatannya memakan bangkai awak kapal. Di antaranya adalah:

Pertama, rasa bersalah yang mendalam. Hal ini diceritakan oleh tokoh yang selamat dengan sangat dramatis, “kami memulainya dengan memakan bagian hati. Apakah kamu menganggapku jahat?”

Kedua, rasa malu dan takut. Si pelaku ini menyimpan rahasianya dengan sangat rapat. Bahkan terhadap istrinya sendiri ia merasa takut untuk menceritakannya. Dia khawatir kalau istrinya bakal meninggalkannya kalau mengetahui bahwa suaminya pernah memakan daging manusia untuk bertahan hidup.

Ketiga, menyesali diri. Sepanjang hidup, tokoh ini lebih banyak mengurung diri di dalam kamar karena ia teringat terus akan kengerian memakan daging manusia. Dia terus menyesali mengapa dirinya harus mengalami hal sangat buruk dalam hidupnya.

Jadi kalian milih mati atau makan daging sahabat kalian sendiri untuk bertahan hidup dalam kondisi darurat?

Sumber posting : Anwar04

Share melalui :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*