Inilah Kisah Cinta Samaun Samadikun dan Sang Istri yang Disamakan Dengan Kisah Habibi – Ainun

Roesdiningsih, Istri Samaun Samadikun, mempunyai kesan mendalam terhadap suami tercintanya itu. Seperti pasangan lain, ia memiliki cerita manis saat dirinya dan sang suami menjadi pasangan suami istri. Inilah kisahnya.

Roesdiningsih dipertemukan dengan Samaun karena dijodohkan oleh keluarga mereka. Saat Samaun sedang kuliah di ITB, Bandung. Sebetulnya, Samaun dan Roesdiningsih masih ada hubungan keluarga, bahkan sebelum menikah Roesdiningsih memanggil Samaun dengan sebutan paman. Karena masih keluarga, tentu mereka sering ketemu. Karena seringnya bertemu, seperti pepatah orang Jawa bilang: “witing tresno jalaran saka kulino.”

Part 1 : Ketika Mereka Hidup di Bandung

Akhirnya pada 22 Desember 1955, Roesdiningsih dan Samaun menikah. Pernikahan mereka sangat unik, sebab mereka menikah sebelum Samaun pergi ke Amerika Serikat untuk belajar. Jika dalam adat Jawa, pernikahan tersebut dikenal dengan istilah “Gantung Nikah”. Hal itu dilakukan, supaya Roesdiningsih bisa menyusul ke Amerika jika mereka sudah menikah.

Samaun kembali dari AS pada bulan Agustus 1957, kemudian pernikahan Roesdiningsih dan Samaun dirayakan dengan pesta, juga dengan upacara akad nikah lagi pada tanggal 12 September 1957. Setelah itu, mereka mulai hidup di Bandung, dan mula-mula tinggal di sebuah hotel. Saat itu, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) diberikan fasilitas perumahan dengan gratis. Sehingga Roesdiningsih dan Samaun tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali untuk kebutuhan hidup sehari-hari,

Setelah 8 bulan tinggal di hotel, Roesdiningsih dan Samaun mendapat kesempatan boleh milih rumah dinas. Saat itu, ada 2 pilihan yaitu rumah di Dago Atas dan yang lain di Jalan Riau, bekas rumah teknisi Belanda. Kami memilih yang di Jalan Riau, sebuah paviliun. Saat itu, perjalanan hidup mereka cukup lancar semua, tidak ada masalah yang berarti.

Share melalui :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*